Minggu, 19 Oktober 2014

Renungan 19 Oktober 2014

PEMUDA
Dan. 6 : 1-29

Pdt. Prof. DR. S.J. Sutjiono

Ada seorang pemuda di daratan Cina, ia diadili karena imannya kepada Tuhan Yesus. Ia dibuang ke tempat kerja paksa di daerah pertambangan batu bara. Pada suatu hari Tuhan berbicara kepadanya, agar ia beserta orang-orang yang ada di dalam tambang batu bara segera keluar meninggalkan tempat masing-masing. Ia segera keluar, lalu membunyikan sirene tanda bahaya. Orang-orang yang sedang bekerja di tambang batu bara tersebut menjadi panik dan berlari-lari keluar dengan cepat, meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing. Setelah mereka semua keluar, ternyata tidak ada kejadian apa-apa. Semua tenang-tenang saja. Kemudian pejabat yang bertanggung jawab memanggil pemuda yang telah membunyikan tanda bahaya tersebut. Dengan nada marah yang diikuti oleh sikap orang banyak yang memusuhinya, pejabat itu menegurnya : "Mengapa engkau membunyikan tanda bahaya, sedangkan tidak ada tanda-tanda bahaya apa pun juga di tambang ini?"
Lalu pemuda beriman itu memberikan kesaksian : "Waktu saya bekerja, Tuhan Yesus datang kepada saya dan tambang ini akan ambruk. Maka itu segera saya membunyikan tanda bahaya, agar semua pekerja tambang keluar dan diselamatkan." Kepala tambang berkata : "Namun sampai saat ini tidak terjadi apa-apa." Pemuda Kristen ini menjawab : "Tunggu sebentar lagi, yang penting apakah semua orang sudah keluar dari tambang dan tidak ada seorang pun yang tertinggal di dalam tambang?" Lalu ditanyakan kepada regu-regu yang bertugas hari itu, ternyata semua orang telah keluar dari pertambangan batu bara.
Baru saja mereka selesai mencek, terjadilah gempa bumi. Semua orang berkata : "Untung kita telah keluar dari tambang dan kita selamat." Mereka semua sangat berterima kasih kepada pemuda yang tetap beriman dalam kesusahan kerja paksa. Lalu ia memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus, yang menjadi Juruselamat isi dunia ini. Dan banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus melalui kesaksiannya.
Gereja di Tiongkok terus maju dan bertumbuh, sebab Allah telah membuat banyak mujizat melalui anak-anakNya. Dan orang-orang dapat melihat dan mengalami, bahwa sesungguhnya Yesus telah bangkit. Ia hidup dan menyertai anak-anakNya. Demikian pula pengalaman pemuda Daniel yang dipimpinNya.

I.  Daniel yang diperhatikan raja (ay 1 - 4)
Darius orang Media, menjadi raja waktu ia berusia 62 tahun di kerajaan Media - Persia. Ia mengangkat 120 orang wakil-wakilnya, yang ditempatkan di seluruh kerajaanNya. Dan untuk membawahi mereka semua, diangkat tiga orang pejabat tinggi, termasuk Daniel sendiri. Daniel melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja, karena ia mempunyai roh yang luar biasa. Raja Darius bermaksud untuk menempatkan Daniel atas seluruh kerajaannya.
Pada zaman Daniel, raja mempunyai kekuasaan mutlak dan yang menentukan segala sesuatu. Raja Darius dapat tertarik kepada Daniel karena Allah beserta, memimpin dan memberkati hidup Daniel, sehingga ia yang paling menonjol dibandingkan dengan teman-teman sejawat yang lain. Ia sungguh-sungguh beriman kepada Allah yang hidup. Hidup beriman sangat penting. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6). Mustahil anda diperkenankan Allah, jika tidak percaya. Bagaimanakah hidup anda dapat menyenangkan hati Allah? Jika anda percaya Tuhan Yesus, berarti anda menyenangkan hati Allah. Bukan saja hati Allah senang, tetapi juga orang yang percaya kepada-Nya. Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Upah atau pahala dari Tuhan itu besar dan mulia, antara lain seperti dilukiskan dalam Mzm. 23:1-6, yaitu  takkan kekurangan apa pun juga, padang yang banyak rumput hijau, air hidup, jiwa yang disegarkan, jalan yang benar, penyertaan Tuhan dalam lembah kekelaman (maut), penghiburan, perlindungan, damai sejahtera di hadapan musuh-musuh dan pengurapan Roh Kudus. Piala penuh melimpah, kebajikan dan kemurahan akan mengikuti seumur hidup.
Belum lagi perjanjian-perjanjian Tuhan lainnya di seluruh Alkitab, mengenai upah dan pahala di samping penderitaan yang kita hadapi. Bukan lagi raja di dunia ini, melainkan Raja atas segala raja yang selalu memperhatikan orang-orang yang beriman. Bagi orang beriman bukan saja mendapat upah, juga diberikan kebahagiaan. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya (Yoh. 20:29).
Daniel tidak mau menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, karena ia takut akan Allah. Tidak heran, kalau Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih sayang (Dan. 1:8-9). Apa saja yang dikerjakannya berhasil atau beruntung (Mzm. 1:1-3). Apakah anda mau diperhatikan oleh Raja atas segala raja?

2.  Daniel yang dimusuhi oleh teman-teman sejawatnya (ay 5 - 18)
Karena iri hati dan dengki, teman-teman sejawat dan orang-orang bawahan berkomplot dengan orang-orang yang tidak senang dengan Daniel, untuk mencari ulah dan alasan mendakwa Daniel. Namun mereka tidak mendapat alasan apa pun (sesuatu kesalahan atau kelalaian) dalam pekerjaannya; sebab ia setia, tekun, rajin dan teliti dalam pekerjaannya dan ia senang kerja keras. Musuh-musuh terus berusaha dan mencari-cari kelemahan Daniel dan didapati dalam hal ibadah kepada Allahnya (agamanya). Mereka dengan cepat menjebak raja dengan kata-kata sanjungan, agar dibuat undang-undang yang mewajibkan setiap orang menyembah raja Darius, dan hukuman mati (yakni dilempar ke gua singa) kalau peraturan tersebut dilanggar.
Raja Darius tidak menyadari akibat yang akan timbul karena kelihaian tipu muslihat dan kelicikan musuh-musuh Daniel. Raja terperangkap dengan dikeluarkannya undang-undang dan mereka berhasil menjatuhkan Daniel. Tetapi musuh Daniel lupa memperhitungkan Tuhan yang hidup, yang berperan dalam hidup Daniel. Daniel lebih takut kepada Tuhan daripada ancaman hukuman yang berlaku, yaitu gua singa. Ia masih tetap berlutut, berdoa serta memuji Allah, tiga kali sehari, seperti yang biasa dilakukannya. Imannya tidak goncang. Kebiasaannya berdoa tetap dilakukannya sehari tiga kali, meskipun iblis melalui musuh-musuhnya mengintai untuk mencari kesalahannya. Daniel dengan mudah ditangkap untuk didakwa yang tidak mungkin dipungkirinya.
Musuh-musuh Daniel mendakwanya di hadapan raja Darius. Undang-undang tetap berlaku, tidak dapat dicabut dan hukuman dilempar ke gua singa tetap harus dijalankan. Begitu dengki, iri hati dan benci di hati musuh-musuh yang membara berkata : "Pelanggar hukum itu ialah Daniel, orang buangan dari Yehuda, telah menghina raja dan telah melanggar undang-undang serta harus dihukum mati." Raja Darius harus menghadapi kenyataan yang amat pahit, diperdayakan oleh undang-undang yang dibuatnya sendiri; yakni menghukum mati Daniel yang dikasihi dan yang amat diperlukannya.
Kita harus hati-hati dan memerlukan hikmat dalam membuat undang-undang dan peraturan-peraturan, jangan sampai terjebak oleh orang-orang yang berhati licik dan merugikan orang-orang baik, sehingga orang-orang benar menjadi korban iri hati dan dengki. Hal ini sering terjadi dan terulang di dalam sejarah umat Allah.
Raja setelah mendengar kata-kata yang memojokkannya, ia sangat sedih. Ia mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Daniel. Tetapi secara akal-budi manusia yang cerdik sekalipun, akan tetap buntu. Rupanya terlalu sulit perangkap licik dan busuk yang harus diatasi oleh akal raja yang berkuasa mutlak sekalipun. Namun, iman raja yang menghiburnya pada saat tegang dan pada jalan buntu. Raja berkata kepada Daniel : "Allahmu yang kau sembah dengan tekun Dialah kiranya yang melepaskan engkau atau apakah Allahmu sanggup melepaskan engkau? Apakah anda berkata dengan penuh iman : Allahku berkuasa menolong aku!
Daniel memberi jawaban : "Allahku telah mengutus malaikatNya untuk menutup mulut singa-singa. Aku tidak bersalah di hadapan Tuhan dan raja. Aku tidak melakukan kejahatan." Hidup benar dan takut akan Allah, serta mengasihi Allah dan sesama manusia itu penting. Raja sangat bersukacita, sebab Daniel tidak cidera sedikitpun, karena ia percaya dan bersandar kepada Allah, bukan kepada raja Darius yang tidak sanggup membebaskannya. Allah yang hidup, penolong satu-satunya. Pepatah berkata : barangsiapa menggali lubang untuk orang lain, akhirnya ia sendiri terperosok ke dalamnya. Orang jahat ditumpas Tuhan. Kita tidak perlu menghakimi orang lain. Allah yang menjadi hakim Agung. Setelah itu raja Darius mengeluarkan pernyataan bahwa semua orang di seluruh kerajaannya harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup dan yang kekal untuk selama-lamanya. PemerintahanNya tidak akan binasa dan kekuasaanNya tidak akan berakhir. Dia melepaskan, menolong dan mengadakan tanda mujizat di langit dan di bumi. Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa.
Inilah suatu dokumen sejarah yang benar dan tidak dapat disangkal oleh siapapun. Kita percaya seperti iman Daniel kepada Allah yang hidup dan tidak berubah dahulu dan sekarang serta sampai selama-lamanya. Allah Daniel itu nyata dalam sejarah, turut campur tangan dalam kehidupan umat manusia di sepanjang sejarah. Dia yang membebaskan dan melepaskan kita dari belenggu-belenggu dosa. Dia yang menolong kita dari berbagai kesulitan, cobaan, singa-singa yang buas, orang-orang yang jahat, licik dan kejam serta berakal bulus. PemerintahanNya kekal, segala kuasa di tanganNya, kata Yesus : KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat. 28 : 18)
Kekuasaan yang menentukan bukan berada di tangan raja Darius yang berkuasa mutlak, melainkan di dalam Dia yang telah bangkit, menang dan naik ke sorga. Kekuasaan bukan berada pada penyakit kanker, AIDS dan sebagainya yang tidak ada obatnya, melainkan segala kuasa di tangan Yesus, yang menyembuhkan segala penyakitmu. (Mzm. 10:13) Kekuasaan bukan berada pada kematian, dimana manusia tidak berdaya menghadapinya, melainkan Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kematian. Jangan takut ... Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (Why. 1: 17-18). Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. (Yoh. 11: 25-26). Hanya yang menjadi masalah bagi anda : apakah anda sungguh-sungguh percaya kepadaNya? Apakah anda hidup di dunia ini dengan perasaan takut dan gentar di hadapan hadiratNya?

Amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.