Macan
Pdt. Prof. DR. S.J. Sutjiono
Ada seorang petani yang hidup di tepi hutan. Pada suatu hari, ia menemukan seekor anak macan di dalam hutan dan dibawanya pulang. Macan kecil ini dipeliharanya, sehingga menjadi jinak seperti binatang-binatang lainnya dan akrab dengan keluarga petani tersebut. Binatang buas ini dianggap tidak buas lagi, sehingga sejak kecil sampai besar macan ini tidur bersama-sama dengan petani itu. Jika ia ke ladang, macan ini membuntutinya serta duduk di sampingnya. Petani ini senang sekali bermain-main dengan binatang yang dipikirnya tidak berbahaya lagi.
Suatu hari, petani ini sedang menggunting kukunya. Karena tidak berhati-hati kukunya tergunting terlalu dalam sehingga berdarah. Kebetulan macan yang sudah besar itu berada di sampingnya. Melihat darah yang keluar dan agak berbau amis itu, macan tersebut datang menjilatnya. Tanpa menaruh curiga sedikit pun, si petani membiarkan macan itu menikmati darahnya yang keluar. Tiba-tiba macan yang dianggap jinak itu mulai berubah menjadi beringas dan buas. Dan di luar dugaan, macan itu menerkam leher si petani sampai mati dan dibawanya ke dalam hutan. Akhirnya, petani yang telah membesarkan macan tersebut dimakan habis.
Demikian pula dengan dosa; yang semula kita anggap kecil, tetapi ketika kita menyadarinya, dosa itu telah matang dan melahirkan maut. Terlambat sudah!
1. Bertahan dalam pencobaan
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia (Yak 1:12). Siapakah yang berbahagia? Orang yang berbahagia ialah orang yang bertahan dalam pencobaan dan tahan uji serta dapat menguasai diri. Epicurus, seorang ahli filsafat Yunani berkata : "Jika engkau mau berbahagia turutilah segala keinginan hatimu/hawa nafsumu." Pendapat Epicurus ini bertentangan dengan firman Allah. "Sebab barang siapa menabur dalam dagingnya (hawa nafsu/keinginan dagingnya), ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya" (Gal 6:8). Ada orang yang menuruti hawa nafsu sexnya, akhirnya terkena penyakit kotor, siphilis, AIDS dan sebagainya. Nafsu daging yang tidak dapat dikendalikan, misalnya: kecanduan narkotika, tamak akan uang dan sebagainya, yang berakhir pada kebinasaan. Orang yang berbahagia ialah apabila ia dapat menahan nafsunya/keinginan dagingnya. Janji Tuhan bagi orang yang bertahan dalam pencobaan, adalah ia akan menerima mahkota kehidupan. Apakah mahkota kehidupan itu? Mahkota sebagai lambang atas kemenangan dan mahkota kehidupan artinya mahkota kemenangan atas kematian.
Orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus adalah orang yang setia dan bertahan dalam cobaan. Dalam pencobaan biasanya seseorang dihadapkan pada dua pilihan Tuhan atau Iblis. Mengasihi Tuhan atau mengasihi dosa, taat kepada Tuhan atau menuruti nafsu daging. Jika kita memilih Tuhan berarti menang, tahan uji. Dan jika kita menuruti nafsu berarti kita kalah. Setiap hari kita berada didalam peperangan iman atau pencobaan. Jika kita banyak berdoa dan memohon kekuatan dari Roh Kudus, tidak bersandar pada diri sendiri melainkan berserah kepada Yesus, pasti menang dan beroleh mahkota kehidupan.
2. Sumber pencobaan
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya (ay 13-14). Ada orang yang kalau kena pencobaan, berkata: "Wah, saya sedang dicobai oleh Tuhan." Pendapat ini keliru. Tuhan tidak pernah mencobai siapa pun juga. Bagaimana dengan Abraham yang dicobai oleh Tuhan (Kej 22:1-19)?
Sebenarnya kata "Allah mencobai Abraham", kurang tepat. Lebih cocok disebut : "Kepercayaan Abraham diuji." Istilah pencobaan mengandung arti yang kurang baik, sebab dengan tujuan untuk menjatuhkan. Sedangkan kata ujian, tidak bertujuan untuk menjatuhkan melainkan agar si penguji mengetahui sampai di mana kemampuan atau iman orang yang diuji. Jadi lebih tepat dikatakan bahwa Allah menguji seseorang tidak bermaksud menjatuhkan tetapi meningkatkan iman seseorang.
Iblis mencobai seseorang dan pencobaan yang datang dari si iblis dimaksudkan untuk menjatuhkan, bahkan membinasakan. Demikian pun Ayub, ia dicobai oleh iblis. Dan orang yang dicobai memiliki hak untuk menolaknya, sebab setiap manusia mempunyai keinginan yang bebas dan dapat memilihnya. Tetapi jika dalam pencobaan, ia menginginkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, maka ia sudah ditarik dan ditipu oleh hawa nafsunya. Maka ia jatuh dalam dosa.
3. Akibat pencobaan
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila doa itu sudah matang, ia melahirkan maut (ay 15). Terjemahan Penjanjian Baru dalam bahasa Indonesia sehari-hari lebih jelas: "Kemudian, kalau keinginan yang jahat (hawa nafsu) itu dituruti, maka lahirlah dosa, dan kalau dosa sudah dilakukan, maka akibatnya ialah kematian."
Jika seseorang terkena pencobaan, belum berbuat dosa. Tetapi jika seseorang jatuh ke dalam pencobaan, baru ia berbuat dosa. Dan apa yang telah ditabur orang, itulah yang dituainya. Ini yang disebut "Hukum menabur dan menuai". Jika menabur kebaikan akan menuai kebaikan. Jika menabur kasih akan menuai kasih. Jika seseorang berbuat kejahatan dan tidak mau bertobat, maka ia akan menuai apa yang jahat (yang telah ditaburnya). Jika seseorang terus menerus berbuat dosa, menurut hawa nafsunya sudah pasti satu hari kelak akan menuai kebinasaan atau kematian sebagai akibat dari pada dosanya/hawa nafsunya. Inilah akibat yang dahsyat dari pada dosanya.
Ada orang berkata: "Ini dosa kecil, tidak apa-apa!" Dihadapan Tuhan tidak ada dosa kecil atau dosa besar. Dosa kecil atau besar, semuanya adalah dosa. Dosa menjadi kebencian Allah, sebab Ia itu suci adanya. Allah tidak dapat berkompromi dengan dosa. Ada orang berusaha menyuap Tuhan dengan uang persembahan atau rajin ke gereja atau berbuat kebajikan, amal sedekah dan sebagainya. Apakah Allah dapat disuap oleh manusia? Allah menghendaki pertobatan dari dosa, hati yang hancur menangisi dosa, kebencian dan perlawanan kita terhadap dosa, hidup yang suci.
Jika anda memupuk doa sekecil apapun juga di dalam hati dan hidup anda, akibat seperti memelihara macan kecil yang kelihatan jinak. Pada akhirnya dosa itu memakan, menghancurkan dan membinasakan anda! Bertobatlah, mohon darah Yesus mencucinya dan terimalah Tuhan Yesus sebagai Juruselamat anda, maka anda beroleh selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.